Hal-hal Kontraversial Perang Hamas-Israel

Oleh: Herlianto. A

Ilustrasi perang antara Palestina dan Israel. Foto/edited

Mazhabkepanjen.com - Ketika gencatan senjata sementara antara Hamas dan Israel tercapai dan dimulai pada Jumat siang 24 November 2024, Presiden Iran Ebrahim Raizi, menjadi orang pertama yang menyatakan Palestina menang. Lalu mantan Perdana Menteri Yordania, Faisal Al-Fayez menyatakan hal yang sama. Sampai sekarang sepertinya menjadi pengumuman publik bahwa Hamas menang atas Israel. 

Bahkan, mantan jenderal angkatan udara Israel, Asaf Agmon, mengatakan bahwa Hamas menang banyak melalui gencatan senjata ini dan, menurutnya Hamas masih menguasai Jalur Gaza. Jika gencatan senjata ini diteruskan maka fiks pemenang perang ini adalah Hamas, kata dia. 

Opini ini tentu masih menimbulkan banyak pertanyaan dan ketidakpercayaan, benarkah Israel kalah pada Hamas. Bukankah Israel selalu menang sejak pertempuran 1948. Pada perang 6 hari tahun 1967, Israel melawan tiga negara Arab: Mesir, Yordania dan Suriah. Israel mampu memenangkannya dengan mudah, begitu juga dengan perang tahun 1973. Benarkah kekuatan Hamas lebih hebat dari tiga negara itu. Untuk sementara sulit menjelaskannya, kecuali keyakinan bahwa di situ ada pertolongan Tuhan.   

Baiklah, dalam kesempatan ini, saya akan membuat semacam rangkuman peristiwa-peristiwa menarik dan kontraversial dimulai dari serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 hingga gencatan senjata. 

Baca JugaPrabowo dan Tim Mawat

Serangan Hamas yang disebut Badai Al Aqsa  7 Oktober 2023, tak hanya menjadi serangan terbesar dalam 5 dekade terakhir tetapi juga membuat pamor kekuatan tentara Israel runtuh, kekuatan Iron Dome, kehebatan IDF dan kengerian Mossad dipertanyakan. 

Bagi mereka yang tak mengakui kelemahan itu, menganggap bobolnya pertahanan Israel sebagai konspirasi. Artinya, serangan itu sengaja diciptakan, agar tentara Israel punya alasan membombardir Jalur Gaza. Tetapi sepertinya, jika dilihat saat ini anggapan ini meleset dan kurang bisa dipertanggungjawabkan. 

Menggunakan Video Porno dan HP Huawei

Sebelum serangan mematikan itu meletus, para mata-mata perempuan Israel di perbatasan Gaza sebetulnya sudah melaporkan bahaya aktivitas Hamas. Tetapi peringatan itu diabaikan karena menganggap laporan perempuan kurang bisa dibenarkan. Ini soal misoginis yang menjangkiti pasukan keamanan Israel. 

Bahkan, dikabarkan sebelum serangan itu, HP-HP tentara Israel sudah dibobol datanya oleh pasukan siber Hamas dengan mengirimkan video porno dan aplikasi kencan. Yang di situ sudah ada malware, sehingga begitu tentara Israel asyik kencan dan nonton video BF tanpa sadar informasi di HPnya tersadap pasukan Hamas.

Baca Juga: Pancasila Itu Ideologi, Ini Penjelasan Sukarno

Disebutkan juga, Hamas tidak menggunakan Google dalam merancang serangannya, mereka menggunakan HP Huawei sebagai alat komunikasinya, HP ini sudah tidak menggunakan Google, dan sebentar lagi tak akan menggunakan Android. Sehingga wajar, jika rencana Al Qassam sulit dideteksi secara digital, komunikasi-komunikasi mereka tak terjamah Mossad.

Dalam serangan badai Al Aqsa itu sekitar 1.200 orang Israel tewas sebagian besar sipil dan sebagian lainnya adalah tentara. Sementara 240 lainnya disandera yang kemudian dipertukarkan dengan tahanan orang Palestina pada jeda genjatan senjata ini. 

Netanyahu Bawa-bawa Ayat

Tak sampai 24 jam dari serangan itu, Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, menyatakan balas dendam dan siap melakoni perang besar dan panjang. Sejak itu, Jalur Gaza dibombardir habis-habisan, ribuan sipil yang tak berdosa turut menjadi korban. Sebagian besar dari mereka adalah anak-anak dan perempuan. Tempat pengungsian, sekolah dan rumah ibadah habis luluh lantak oleh rudal-rudal Zionis. Dilaporkan sedikit 59 masjid dan 7 gereja hancur, dan 136 masjid lainnya rusak, belum rumah dan sekolah.

Sementara itu, Netanyahu terus menyemangati IDF (Israel Defence Force) Pasukan Pertahanan Israel dengan mengutip ayat-ayat Taurat. Dia mengangkat kisah suku Amalek, bangsa Yahudi Kuno, sebagai pengembara yang berperang dan dianggap memiliki tanah di antara Gunung Sinai dan Palestina. Netanyahu ingin menggeser praktik penjajahan atas Palestina seolah menjadi perang agama.    

Dia juga menggunakan nomenklatur teroris untuk Hamas, jurus yang sering dipakai oleh Amerika Serikat untuk menghancurkan negara-negara Timur Tengah, seperti Afganistan, Irak, Libya hingga Suriah. Serangan udara begitu membabi buta, ini yang membuat jumlah sipil tewas terus melonjak di Gaza, wajar bila pada genjatan senjata sementara ini sekitar 15 ribu warga sipil tewas, sebagian besar anak-anak dan perempuan.

Selain serangan udara, pada Kamis 26 Oktober 2023, Israel resmi melakukan serangan darat ke Gaza. Penghancuran semakin luar biasanya. Masyarakat Gaza diminta untuk diungsikan ke Mesir, demi memudahkan IDF menghancurkan fasilitas dan pasukan Hamas, tetapi ide itu kemudian ditolak.

Israel Buat Terowongan Sendiri di RS As Shifa

Atas invasi itu, Hamas sepertinya tidak gentar melawan serangan rezim Zionis. Perlawanan sengit terjadi, kendaraan tempur Israel banyak yang dihancurkan dengan bom rakitan anti tank buatan Hamas sendiri. Video-video Hamas menghancurkan tank Israel beredar luas dengan taktik terowongan yang mereka lakukan. Wajar bila, hingga saat ini disebutkan sebanyak 200 lebih kendaraan tempur Israel hancur. 

Hamas disebut memiliki terowongan sepanjang 400 kilometer lebih di bawah tanah dengan tingkat kedalaman yang berbeda-beda, yang terdalam disebut hingga 80 meter dalam tanah. Ini membuat IDF tak mudah menaklukkan mereka. Rudal Israel tak mampu menembus terowongan-terowongan itu. Al hasil pengemoboman hanya pada bangunan-bangunan yang dianggap pintu terowongan, salah satunya Rumah sakit As Shifa milik Indonesia yang turut dikepung dan dihancurkan. 

IDF berdalih di bawah rumah sakit As Shifa ada terowongan milik Hamas, memang benar ada terowongan tersebut. IDF lalu membawa jurnalis untuk memasuki terowongan tersebut. Tetapi tak lama kemudian, Ehud  Barak mantan Perdana Menteri Israel mengatakan bahwa terowongan itu adalah buatan Israel sendiri. Wah kacau ini.. 

Artis-atlet Dipecat hingga Boikot Produk Israel

Sementara itu, publik global banyak yang mendukung pembebasan Palestina. Mereka mengecam serangan Israel ke sipil yang tak berdosa. Kecaman datang dari Kim Jong Un, Presiden Korea Utara, termasuk Vladimir Putin yang sedang menginvasi Ukraina turut mengecam penyerangan Israel di jalur Gaza, bahkan sempat bergejolak anti Yahuhi di Rusia. Mereka yang Pro Palestina juga berdemonstrasi di Amerika Serikat, sekutu loyal Israel, dan beberapa negara lainnya. 

Para artis dan atlet juga banyak yang menyuarakan pembebasan Palestina. Tetapi, ada juga yang dipecat gara-gara mendukung Palestina seperti yang dialami Anwar El Ghazai. Dia diecat klub Mainz 05, klub asal Liga Jerman. Hal yang sama dialami artis Hollywood, Susan Sarandon  yang dipecat dari agensi yang menaunginya selama ini. Kemudian, Melissa Barrera juga dipecat dari proyek film horor bertajuk Scream oleh rumah produksi Spygless Media Group.

Di negera-negara Asia Tenggara juga terjadi aksi besar-besaran. Di Indonesia jutaan orang memadati tugu Monas di Jakarta menuntut pembebasan bangsa Palestina.

Gema boikot produk yang terafiliasi atau mendukung Israel juga terjadi di beberapa negara, termasuk di Indonesia. Cuma ini sepertinya agak sulit membuktikan produknya, bisa jadi dimanfaatkan untuk persaingan dagang yang kurang sehat, bila keliru memetakan produk yang benar-benar membiayai perang Israel.

Pemimpin Liga Arab Sulit Kompak

Adapun pimpinan negara-negara Arab dan mayoritas negara muslim yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menggelar pertemuan di Arab Saudi pada Sabtu, 11 November 2024. Termasuk presiden Indonesia Joko Widodo turut hadir. 

Presiden Iran Ebrahim Raisi, demi Palestina, juga hadir di acara itu. Memang hubungan diplomasi antara Arab Saudi dan Iran terjalin lagi setelah terputus selama 6 tahun dengan dimediasi oleh Cina pada Maret 2023 lalu. 

Dalam pertemuan itu, ada usulan menarik dari Iran yaitu embargo minyak ke Israel, sebagai langkah kongkrit menghukum Israel. Biar tidak hanya menggonggong terus namun tidak ngapa-ngapain. Sayang, usulan tersebut ditolak oleh negara-negara Arab. 

Memang mereka susah untuk bersatu. Sebagaimana banyak pengamat katakan, negara-negara Arab macam UEA, Yordania dst. itu tidak berani berkonfrontasi dengan Israel dan sekutunya, Amerika Serikat. Akhirnya mereka memilih menggonggong saja, tanpa aksi.

Kecuali Houthi di Yaman dan Hizbullah di Lebanon. Yaman terang-terangan melawan Israel. Pada 10 Oktober 2023, pasukan Houthi menembakkan rudal ke Israel sebagai balasan atas serangan rezim Zionis ke Jalur Gaza. Walaupun sebagian dihentikan oleh Arab Saudi. Aneh memang Arab Saudi ini, belakangan warganya juga ditangkap jika memakai syal Palestina. Sehingga wajar bila ada yang memplesetkan Saudi Arabia menjadi Yahudi Arabia.

Sementara Hizbulla di Lebanon berkonfrontasi langsung dengan IDF dan IAF. Mereka menembaki roket-roket dan markas tentara Israel hingga menjelang genjatan senjata.

Jokowi Menghadap Kakek Biden

Lalu apa hasil pertemuan negara-negara Islam di Arab Saudi? Hasilnya adalah mengutus Presiden Joko Widodo menemui Joe Biden di White House pada Senin, 13 November 2023. Di hadapan Joe Biden sang Presiden "membacakan" tuntutan untuk menghentikan perang dan invasi Israel di Jalur Gaza. Saya tidak tahu mengapa Pesiden Jokowi yang diutus untuk itu, apakah karena paling lugu di antara pemimpi. Negara-negara OKI atau paling berkharisma menghadapi Joe Bidan. 

Karena sebetulnya yang paling kencang gongongannya adalah Recep Tayib Erdogan, presiden Turkiye, walaupun menurut Dina Sulaiman, kerja sama Turkiye sangat erat dengan Israel. Tapi yang pasti Presidem Jokowi punya kedekatan dengan Joe Biden sejak pertemuan G20 di Bali beberapa waktu lalu.

Jokowi berhasil memanfaatkan momentum itu. Meski tidak menghasilkan apa-apa, karena bombardir di Gaza tetap berlangsung dan pengepungan rumah sakit tetap dilakukan. Namun setidaknya, tekat sang presiden untuk menciptakan perdamaian di tanah Palestina patut diacungi jempol.

Kini setelah hampir dua bulan berperang, antara Hamas dan Israel mencapai sepakat gencatan senjata sementara dan pertukaran sandra dan tahanan. Ada banyak kesan baik yang diceritakan oleh para sandra Hamas, ini berbeda dengan tahanan Israel yang kesannya sangat mengerikan, seperti yang dialami Israa Jaabis, perempuan cantik yg kemudian wajahnya rusak setelah ditahan Israel. 

Akankah gencatan senjata ini terus berlanjut hingga gencatan selamanya? Tak ada yang tahu. Nafsu Netanyahu untuk menghabisi Hamas sangat tinggi meskipun moral para tentaranya untuk berperang sudah melorot.

"
"